Standar Prosedur Penelitian

A. DEFINISI DAN ISTILAH PENELITIAN

Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

B. PERNYATAAN ISI STANDAR

  • Penelitian harus dilakukan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berhubungan dengan kemaritiman. Ruang lingkup Standar Nasional Penelitian terdiri atas:
  1. Standar hasil penelitian
  2. Standar isi penelitian
  3. Standar proses penelitian
  4. Standar penilaian penelitian
  5. Standar peneliti
  6. Standar sarana dan prasarana penelitian
  7. Standar pengelolaan penelitian
  8. Standar pendanaan dan pembiayaan penelitian
  • Strategi, kebijakan, dan prioritas penelitian harus ditetapkan sesuai dengan Visi, misi dan Kebijakan Mutu AKMI Suaka Bahari Cirebon.
  • Penelitian harus dilakukan sesuai dengan baku mutu yang telah ditentukan dengan mengacu pada baku mutu penelitian nasional maupun internasional, serta sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan etika dalam bidangnya masing-masing, terutama bidang kemaritiman.
  • Hasil penelitian harus disebarluaskan dalam media-media yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
  • Penelitian dapat melibatkan peran serta taruna.
  • Penelitian harus meliputi penelitian dasar dan terapan.
  • Penelitian harus memberikan masukan untuk kegiatan pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.
  • AKMI Suaka Bahari Cirebon dapat menciptakan hubungan kerjasama penelitian dengan Perguruan Tinggi di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja dan hasil penelitian.
  • AKMI Suaka Bahari Cirebon dapat menjalin hubungan kerjasama dengan dunia industri kemaritiman dan industri lain sebagai landasan kerjasama secara proaktif untuk menjalin penelitian kemitraan.
  • AKMI Suaka Bahari Cirebon mendukung dana untuk diseminasi hasil penelitian para peneliti/dosen, baik di tingkat nasional maupun internasional.
  • Perguruan Tinggi harus mendukung dalam mempublikasikan hasil penelitian para peneliti/dosen dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi, jurnal internasional, maupun majalah.
  • AKMI Suaka Bahari Cirebon mendukung peningkatan akreditasi jurnal ilmiah yang ada di lingkungan akademi.
  • AKMI Suaka Bahari Cirebon harus mengadakan pelatihan, seminar, lokakarya, serta transformasi ke Perguruan Tinggi lain di dalam dan luar negeri guna meningkatkan kemampuan dan kualitas penelitian.
  • AKMI Suaka Bahari Cirebon dapat mengembangkan paten hasil penelitian dengan membangun kerjasama dengan industri untuk memperoleh sumber dana penelitian lebih lanjut.

 

C. INDIKATOR

  1.  Kualitas dan kuantitas penelitian semakin meningkat.
  2. Jumlah publikasi hasil penelitian semakin meningkat.
  3. Jumlah kegiatan dan jumlah taruna yang terlibat dalam penelitian semakin meningkat.
  4. Sarana prasarana pendukung meningkat.

D. BUTIR-BUTIR STANDAR PENELITIAN

 

 

NO

 

 SUB STANDAR  ASPEK  BUTIR STANDAR (INDIKATOR)
 

1

 

Kegiatan Pokok

 

Standar Hasil Penelitian

 

1.      Standar hasil penelitian merupakan kriteria minimal tentang mutu hasil penelitian.

2.      Hasil penelitian di AKMI SBC harus diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.

3.      Hasil penelitian adalah semua luaran yang dihasilkan melalui kegiatan yang memenuhi kaidah dan metode ilmiah secara sistematis sesuai otonomi keilmuan dan budaya akademik.

4.      Hasil penelitian taruna, selain harus memenuhi ketentuan pada ayat (2), harus mengarah pada terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan serta memenuhi ketentuan dan peraturan di perguruan tinggi.

5.      Hasil penelitian yang tidak bersifat rahasia, tidak mengganggu dan/atau tidak membahayakan kepentingan umum atau nasional wajib disebarluaskan dengan cara diseminarkan, dipublikasikan, dipatenkan, dan/atau cara lain yang dapat digunakan untuk menyampaikan hasil penelitian kepada masyarakat.

 

   

Standar Isi Penelitian

 

1.      Standar isi penelitian merupakan kriteria minimal tentang kedalaman dan keluasan materi penelitian.

2.      Kedalaman dan keluasan materi penelitian meliputi materi pada penelitian dasar dan penelitian terapan.

3.      Materi pada penelitian dasar harus berorientasi pada luaran penelitian yang berupa penjelasan atau penemuan untuk mengantisipasi suatu gejala, fenomena, kaidah, model, atau postulat baru.

4.      Materi pada penelitian terapan harus berorientasi pada luaran penelitian yang berupa inovasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan/atau industri terutama kemaritiman.

5.      Materi pada penelitian dasar dan penelitian terapan mencakup materi kajian khusus untuk kepentingan nasional.

6.      Materi pada penelitian dasar dan penelitian terapan harus memuat prinsip-prinsip kemanfaatan, kemutahiran, dan mengantisipasi kebutuhan masa mendatang.

 

   

Pengembangan Konsep

 

1.      Mengembangkan konsep pemikiran serta cara-cara peningkatan mutu akademik di AKMI SBC maupun untuk kepentingan umat.

2.      Mengembangkan sumber daya Dosen yang mapan dalam perencanaan penelitian, pengembangan instrumen, dan konsultasi bidang penelitian ilmiah.

3.      Memberi dorongan (motivasi) kepada segenap Civitas Akademika untuk menemukan berbagai sumber penelitian dalam arti akademik dan finansial.

4.      Membentuk pusat pengolahan data, dan sumber informasi pedoman penelitian maupun hasil penelitian.

5.      Berperan serta dalam berbagai kegiatan penelitian di Kemenristek Dikti atau lembaga lainnya, perusahaan, dan masyarakat.

 

   

Standar Pendanaan dan Pembiayaan penelitian

 

1.      Standar pendanaan dan pembiayaan penelitian merupakan kriteria minimal sumber dan mekanisme pendanaan dan pembiayaan penelitian. AKMI SBC menyediakan dana penelitian internal.

2.      Selain dari anggaran penelitian internal AKMI SBC.

3.      Pendanaan penelitian dapat bersumber dari pemerintah, kerja sama dengan lembaga lain baik di dalam maupun di luar negeri, atau dana dari masyarakat.

4.      Pendanaan penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk membiayai:

a.       Perencanaan penelitian;

b.      Pelaksanaan penelitian;

c.       Pengendalian penelitian;

d.      Pemantauan dan evaluasi penelitian;

e.       Pelaporan hasil penelitian; dan

f.        Diseminasi hasil penelitian.

5.      AKMI SBC menyediakan dana pengelolaan penelitian.

6.      Dana pengelolaan penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) digunakan untuk membiayai:

a.       Manajemen penelitian yang terdiri atas seleksi proposal, pemantauan dan evaluasi, pelaporan penelitian, dan diseminasi hasil penelitian;

b.       Peningkatan kapasitas peneliti;

c.       Insentif publikasi ilmiah atau insentif hak kekayaan intelektual (HKI).

 

   

Kegiatan Penelitian

 

1.      Kegiatan penelitian yang dimaksud mencakup kegiatan ilmiah dan meru-pakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berupa kajian keilmuan dengan prosedur ilmiah sesuai dengan kompetensi dosen.

2.      Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen dimaksudkan untuk pengembangan keilmuan yang dimiliki oleh dosen. Kegiatan itu dapat berupa penelitian ilmiah murni, penelitian terapan, dan pengembangan.

3.      Dosen yang hendak melakukan penelitian harus membuat proposal penelitian sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing.

4.      Rata-rata dana penelitian per dosen tetap per tahun ditetapkan oleh AKMI SBC.

5.      Jumlah penelitian selama 3 tahun yang sesuai dengan bidang ilmu dengan biaya luar negeri, biaya dari Kemenristek Dikti dan institusi dalam negeri di luar Kemenristek Dikti, serta biaya dari AKMI SBC minimal adalah sejumlah dosen tetap yang bidang keahliannya diutamakan sesuai dengan bidang kemaritiman. (Satu penelitian yang dibiayai luar negeri setara dengan 4 penelitian yang dibiayai AKMI SBC, sedangkan 1 penelitian yang dibiayai Kemenristek Dikti dan institusi dalam negeri di luar Kemenristek dikti setara dengan 2 penelitian yang dibiayai oleh AKMI SBC.)

6.      Jumlah penelitian  selama 3 tahun yang sesuai dengan bidang ilmu dengan biaya luar negeri, biaya dari Depdiknas dan institusi dalam negeri di luar Depdiknas, serta biaya dari AKMI SBC minimal adalah 2 kali jumlah dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang kemaritiman. (Satu penelitian yang dibiayai luar negeri setara dengan 4 penelitian yang dibiayai AKMI SBC, sedangkan 1 penelitian yang dibiayai Kemenristek dikti dan institusi dalam negeri di luar Kemenristek Dikti setara dengan 2 penelitian yang dibiayai oleh AKMI SBC).

7.      Program studi harus melibatkan minimal 25% taruna yang melakukan tugas akhir dalam penelitian dosen.

8.      Jumlah artikel ilmiah pada selama 3 tahun yang dipublikasikan di tingkat internasional, nasional/buku, serta jurnal yang belum terakreditasi Dikti, jurnal ilmiah populer, koran, dan diktat minimal adalah 3 kali jumlah dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang kemaritiman. (Satu artikel ilmiah yang dipublikasikan di tingkat internasional setara dengan 4 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal yang belum terakreditasi Dikti, jurnal ilmiah populer, koran, dan diktat. Sedangkan 1 artikel ilmiah yang dipublikasikan di tingkat nasional/buku setara dengan 2 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal yang belum terakreditasi Dikti, jurnal ilmiah populer, koran, dan diktat.)

9.      Jumlah artikel ilmiah  selama 3 tahun yang dipublikasikan di tingkat internasional, nasional/buku, serta jurnal yang belum terakreditasi Dikti, jurnal ilmiah populer, koran, dan diktat minimal adalah 6 kali jumlah dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan bidang kemaritiman. (Satu artikel ilmiah yang dipublikasikan di tingkat internasional setara dengan 4 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal yang belum terakreditasi Dikti, jurnal ilmiah populer, koran, dan diktat. Sedangkan 1 artikel ilmiah yang dipublikasikan di tingkat nasional/ buku setara dengan 2 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal yang belum terakreditasi Dikti, jurnal ilmiah populer, koran, dan diktat.)

10.  Program studi memiliki minimal 2 karya yang memperoleh Paten/HAKI atau yang mendapat pengakuan/ penghargaan dari lembaga nasional/internasional.

 

 

2

 

Prosedur Penelitian

 

Standar Proses Penelitian

 

1.      Standar proses penelitian merupakan kriteria minimal tentang kegiatan penelitian yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan.

2.      Kegiatan penelitian merupakan kegiatan yang memenuhi kaidah dan metode ilmiah secara sistematis sesuai dengan otonomi keilmuan dan budaya akademik.

3.      Kegiatan penelitian harus mempertimbangkan standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, serta keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan.

4.      Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh taruna dalam rangka melaksanakan tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi, selain harus memenuhi ketentuan pada ayat (2) dan ayat (3), juga harus mengarah pada terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan serta memenuhi ketentuan dan peraturan di perguruan tinggi.

5.      Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh taruna dinyatakan dalam besaran satuan kredit semester. 1 (satu) sks pada bentuk pembelajaran penelitian adalah 160 (seratus enam puluh) menit per minggu per semester.

 

   

Standar Peneliti

 

1.      Standar peneliti merupakan kriteria minimal kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian.

2.      Peneliti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memiliki kemampuan tingkat penguasaan metodologi penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan, objek penelitian, serta tingkat kerumitan dan tingkat kedalaman penelitian.

3.      Kemampuan peneliti sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan:

a.       Kualifikasi akademik

b.      Hasil penelitian

4.      Kemampuan peneliti sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menentukan kewenangan melaksanakan penelitian.

5.      Ketentuan lebih lanjut mengenai kewenangan melaksanakan penelitian diatur dalam pedoman rinci yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal.

6.      Dosen yang mengajukan proposal penelitian adalah dosen tetap AKMI SBC dapat perseorangan atau berkelompok.

7.      Dosen tidak tetap hanya boleh menjadi anggota kelompok dalam kegiatan penelitian kelompok dan hanya boleh satu penelitian dalam satu tahun.

8.      Dalam pertimbangan tertentu calon dosen tetap dapat melakukan kegiatan penelitian setelah mendapat persetujuan dari Ketua kelompok.

9.      Dosen tetap yang sedang melanjutkan studi diperkenankan melakukan kegiatan penelitian.

10.  Dosen tetap yang sedang cuti akademik tidak diperkenankan melakukan kegiatan penelitian.

11.  Dosen tetap karena satu dan lain hal berhenti sebagai dosen tetap di AKMI SBC, hasil penelitian yang dibiayai oleh AKMI SBC  tidak boleh digunakan pada perguruan tinggi lain.

12.  Jumlah peneliti dalam satu kelompok maksimal 5 (lima) orang. Dalam pertimbangan tertentu dapat melebihi 5 (lima) orang setelah mendapat persetujuan tim reviewer.

 

   

Pengajuan Proposal

 

1.      Proposal diajukan secara perorangan atau kelompok kepada Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKMI SBC.

2.      Proposal yang diajukan oleh dosen akan diperiksa kelengkapannya oleh Kepala PPPM AKMI SBC.

3.      Proposal yang kelengkapannya sudah memenuhi syarat akan dihimpun oleh pihak PPPM, selanjutnya PPPM akan berkoordinasi dengan pimpinan AKMI SBC untuk menunjuk reviewer internal, atau jika dibutuhkan akan menunjuk reviewer eksternal untuk mereview proposal yang telah diajukan oleh dosen.

4.      Kelengkapan teknis dari proposal terdiri dari:

a.       Proposal dibuat rangkap 3 (tiga).

b.      Warna sampul sesuai dengan warna sampul asal program studi. Manajemen Produksi Siaran warna merah. Manajemen Produksi Pemberitaan warna hijau, Manajemen Teknik Studio Produksi warna kuning, Animasi warna biru, Desain Teknologi Permainan warna krem, Pada sampul tertulis judul penelitian lengkap dengan logo AKMI SBC, nama peneliti/dosen, nama lembaga, nama jurusan, kota lembaga dan tahun penelitian.

c.       Lembar persetujuan ditandatangani oleh Kepala PPPM.

d.      Isi proposal, disesuaikan dengan tradisi keilmuan setiap bidang kajian, tetapi minimal terdiri dari : latar belakang masalah, masalah penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, kajian pustaka atau kajian teori, metode penelitian, jadwal penelitian, daftar pustaka, dan lampiran terdiri dari anggaran dan daftar riwayat hidup peneliti.

e.       Anggaran terdiri dari komponen ATK, transportasi, konsumsi, pengolahan data, seminar, dan pelaporan data.

5.      Pihak LPPM bersama dengan Direktur AKMI SBC akan menentukan jadwal review, baik tim internal maupun eksternal.

6.      Proposal yang telah direview akan dikembalikan kepada pengusul, selanjutnya ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi reviewer.

7.      Proposal yang dinyatakan layak akan diajukan kepada LPPM dan selanjutnya menandatangani kontrak penelitian.

8.      Penelitian yang didanai oleh pihak eksternal ketentuan pembuatan proposal mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh pihak pemberi dana.

 

 

3

 

Penilaian Penelitian

 

Standar Penilaian Penelitian

 

1.      Standar penilaian penelitian merupakan kriteria minimal penilaian terhadap proses dan hasil penelitian.

2.      Penilaian proses dan hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara terintegrasi dengan prinsip penilaian paling sedikit:

a.       Edukatif, yang merupakan penilaian untuk memotivasi peneliti agar terus meningkatkan mutu penelitiannya;

b.      Objektif, yang merupakan penilaian berdasarkan kriteria yang bebas dari pengaruh subjektivitas;

c.       Akuntabel, yang merupakan penilaian penelitian yang dilaksanakan dengan kriteria dan prosedur yang jelas dan dipahami oleh peneliti; dan

d.      Transparan, yang merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.

3.      Penilaian proses dan hasil penelitian, selain memenuhi prinsip penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2), juga harus memperhatikan kesesuaian dengan standar hasil, standar isi, dan standar proses penelitian.

4.      Penilaian penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan instrumen yang relevan, akuntabel, dan dapat mewakili ukuran ketercapaian kinerja proses dan pencapaian kinerja hasil penelitian.

5.      Penilaian penelitian yang dilaksanakan oleh taruna dalam rangka penyusunan laporan tugas akhir, skripsi, tesis, atau disertasi diatur berdasarkan ketentuan dan peraturan di perguruan tinggi.

 

   

Reviewer

 

1.      Reviewer adalah dosen yang bertugas untuk menilai, mengevaluasi dan merekomendasikan kelayakan proposal penelitian dosen.

2.      Syarat-syarat menjadi reviewer adalah dosen yang memiliki kepangkatan akademik minimal lektor dan berpendidikan S2/S3 atau sederajat melalui mekanisme perekrutan reviewer.

3.      Perekrutan reviewer dilakukan oleh LPPM melalui mekanisme yang diatur secara teknis oleh LPPM berdasarkan kriteria dan waktu yang telah ditentukan

4.      Reviewer internal terdiri dari 2 (dua) dosen yang dinilai ahli dalam bidangnya dan ditunjuk oleh Direktur AKMI SBC.

5.      Reviewer diberikan kesempatan tiga hari untuk membaca proposal yang diajukan dan pada jadwal yang ditentukan serta berdiskusi dengan para pengusul proposal.

6.      Keputusan hasil telaah para reviewer adalah keputusan final dan harus ditaati oleh para pengusul.

7.      Reviewer eksternal dibutuhkan jika AKMI SBC tidak memiliki dosen yang keahlian sesuai dengan proposal yang diajukan. Reviewer eksternal ditunjuk oleh Ketua.

8.      Reviewer eksternal dibutuhkan khusus untuk proposal penelitian yang diajukan untuk kegiatan penelitian yang didanai oleh pihak luar seperti Dikti, Lemlitbang Dikti, atau Kementerian Ristek, dan lain sebagainya.

9.      Kegiatan Reviewer eksternal adalah berdiskusi dengan para pengusul proposal sebelum proposal dikirim ke pihak pemberi dana penelitian.

10.  Hasil telaah reviewer eksternal untuk kegiatan penelitian dengan dana eksternal hanya sebagai bahan pertimbangan. Kepala PPPM boleh menentukan proposal tersebut layak atau tidak dikirim ke pihak pemberi dana dengan memperhatikan pertimbangan dari reviewer

 

 

 

 

Penetapan Pemenang Hasil reviewer

 

1.      Proposal yang dinyatakan layak oleh Tim Reviewer dapat melanjutkan penelitian dengan dana internal AKMI SBC.

2.      Pengusul proposal harus melaksanakan rekomendasi dari Reviewer, selanjutnya didiskusikan kembali dengan reviewer, sebelum dinyatakan layak.

3.      Proposal yang dinyatakan tidak layak tidak dikembalikan kepada pengusul, tetapi menjadi dokumen LPPM- AKMI SBC.

4.      Reviewer merekomondasi dana yang dibutuhkan.

 

 

 

 

Standar Pengelolaan Penelitian

 

1.      Standar pengelolaan penelitian merupakan kriteria minimal tentang perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan penelitian.

2.      Pengelolaan penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian.

3.      Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) wajib:

a.       Menyusun dan mengembangkan rencana program penelitian sesuai dengan rencana strategis penelitian perguruan tinggi;

b.      Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal penelitian;

c.       Memfasilitasi pelaksanaan penelitian;

d.      Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penelitian;

e.       Melakukan diseminasi hasil penelitian;

f.        Memfasilitasi peningkatan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, penulisan artikel ilmiah, dan perolehan hak kekayaan intelektual (HKI); dan

g.      Memberikan penghargaan kepada peneliti yang berprestasi.

h.      Melaporkan kegiatan penelitian yang dikelolanya.

i.        Memiliki rencana strategis penelitian yang merupakan bagian dari rencana strategis perguruan tinggi;

j.        Menyusun kriteria dan prosedur penilaian penelitian paling sedikit menyangkut aspek peningkatan jumlah publikasi ilmiah, penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan jumlah dan mutu bahan ajar;

k.      Menjaga dan meningkatkan mutu pengelolaan lembaga atau fungsi penelitian dalam menjalankan program penelitian secara berkelanjutan;

l.        Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap lembaga atau fungsi penelitian dalam melaksanakan program penelitian;

m.    Memiliki panduan tentang kriteria peneliti dengan mengacu pada standar hasil, standar isi, dan standar proses penelitian;

n.      Mendayagunakan sarana dan prasarana penelitian pada lembaga lain melalui program kerja sama penelitian;

o.      Melakukan analisis kebutuhan yang menyangkut jumlah, jenis, dan spesifikasi sarana dan prasarana penelitian; dan

p.      Menyampaikan laporan kinerja lembaga atau fungsi penelitian dalam menyelenggarakan program penelitian paling sedikit melalui pangkalan data pendidikan tinggi.

 

 

 

 

Kontrak dengan LPPM

 

1.      Kontrak penelitian ditandatangani oleh Kepala LPPM  sebagai pihak pertama dan Ketua Tim pengusul proposal sebagai pihak ke dua, dan Pembantu Direktur sebagai pejabat yang mengetahui.

2.      Ketua Tim pengusul wajib menandatangani kontrak penelitian rangkap dua. Rangkap pertama diberi materai Rp. 6000,- yang akan ditandatangani oleh ketua tim peneliti sebagai pihak kedua.

3.      Isi Kontrak penelitian terdiri dari ketentuan tentang dana penelitian, waktu penelitian, dan sebanyak ketentuan yang berkaitan dengan sanksi-sanksi keterlambatan atau tidak selesainya kegiatan penelitian.

4.      Waktu pelaksanaan penelitian minimal 4 bulan dan maksimal 8 bulan tergantung pada tingkat kompleksitas bidang yang diteliti.

5.      Besarnya dana yang diberikan kepada peneliti untuk tempat penelitian di Cirebon, dan di luar Cirebon ditentukan AKMI SBC.

6.      Penelitian Hibah Kompetitif Internal dilakukan 2 kali setiap tahun dengan pagu anggaran maksimal ditentukan oleh AKMI SBC.

7.      Besarnya dana dapat melebihi ketentuan butir 5, tergantung pada tingkat kompleksitas penelitian, setelah mendapat persetujuan dari reviewer dan Direktur AKMI SBC.

8.      Dana yang diberikan kepada peneliti pada tahap I adalah 60% dari total anggaran.

9.      Dana tahap II diberikan kepada peneliti setelah peneliti melaporkan hasil penelitiannya dan dikenakan pajak dari komponen honor peneliti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

10.  Pencairan dana melalui bagian Keuangan PPPM setelah disetujui oleh ketua PPPM dan Pembantu Direktur I.

11.  Sanksi diberikan kepada peneliti yang melewati jadwal yang telah ditetapkan berupa pemotongan berdasarkan keterlambatan 0.5% x per hari maksimum 20% dari nilai kontrak dan sebaliknya bagi peneliti yang tidak melakukan penelitian harus mengembalikan uang yang diterima pada tahap I

 

 

4

 

Sarana dan Prasaran Penelitian

 

Standar Sarana dan Prasarana Penelitian

 

1.      Standar sarana dan prasarana penelitian merupakan kriteria minimal sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang kebutuhan isi dan proses penelitian dalam rangka memenuhi hasil penelitian.

2.      Sarana dan prasarana penelitian sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) merupakan fasilitas tempat/lokasi  yang digunakan untuk memfasilitasi penelitian paling sedikit terkait dengan bidang ilmu penelitian.

3.      Sarana dan prasarana penelitian sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) merupakan fasilitas yang dimanfaatkan juga untuk proses pembelajaran dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat

4.      Sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan. Peneliti dapat menggunakan fasilitas di kampus AKMI SBC seperti laboratorium, studio, kebun percobaan, prasarana, dan sarana lainnya untuk kepentingan penelitian.

 

 

5

 

Monitoring, Evaluasi dan Tindak Lanjut

 

Monitoring dan Evaluasi

 

1.      Monitoring dan Evaluasi Internal dilakukan tiga bulan setelah kontrak penelitian dilakukan.

2.      Setiap peneliti wajib melakukan laporan kemajuan secara lisan atau tertulis kepada Kepala LPPM  AKMI SBC mengenai kemajuan penelitian.

3.      Kepala LPPM  akan meminta bantuan para Pudir dan para Ketua Jurusan untuk membantu memonitor kegiatan penelitian dosen.

4.      Apabila dibutuhkan Tim reviewer diundang kembali untuk melakukan evaluasi terhadap kemajuan kegiatan penelitian.

5.      Bagi peneliti yang sudah melewati masa kontrak akan menerima surat peringatan

 

   

Laporan hasil Penelitian

 

1.      Laporan hasil penelitian dilakukan setelah hasil penelitian diseminarkan dan ditandatangani oleh Pembantu Direktur.

2.      Setiap laporan hasil penelitian disertakan dengan artikel ilmiah, berupa ringkasan hasil penelitian.

3.      Komponen laporan penelitian terdiri atas; Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Teori, Bab III Metodologi Penelitian, Bab IV Temuan Penelitian / Pembahasan, Bab V Simpulan dan Saran, Daftar Pustaka, dan Lampiran. Pada bagian awal didahului dengan abstrak, kata pengantar, daftar isi. Lampiran terdiri dari, instrumen penelitian, grafik, peta, foto, atau temuan lain, riwayat hidup peneliti, rekapitulasi pengeluaran keuangan.

4.      Teknis Pembuatan Laporan.

a.       Laporan hasil penelitian dan artikel ilmiah dibuat minimal rangkap 5 (lima).

b.      Warna sampul sesuaikan dengan warna sampul ketika mengajukan proposal.

c.       Laporan keuangan berupa kuitansi dll, dibuat secara terpisah meskipun dalam lampiran sudah dicantumkan rekapitulasi pengeluaran keuangan.

d.      Laporan dilengkapi dengan satu keping CD yang berisi soft copy hasil penelitian dan artikel ilmiah.

5.      Seleksi secara teknis tentang kelayakan laporan hasil penelitian dilakukan oleh Kepala LPPM.

6.      Peneliti dapat mencairkan dana di bagian Keuangan setelah persetujuan dari Direktur AKMI SBC.

 

 

 

 

Tindak Lanjut Penelitian

 

1.      Laporan penelitian dijadikan dokumen penelitian yang akan dijadikan sebagai bukti fisik untuk akreditasi institusi/program studi, dan berbagai kebutuhan sumber informasi ilmiah lainnya.

2.      Artikel ilmiah dapat dijadikan bahan publikasi pada berbagai jurnal ilmiah baik internal maupun eksternal.

3.      Pihak AKMI SBC memfasilitasi penerbitan buku dari hasil penelitian yang akan dikoordinasikan dengan Pembantu Direktur I.

4.      LPPM  AKMI SBC dapat melaksanakan kegiatan seminar hasil penelitian sebagai sarana pengembangan kultur akademik danpublikasi hasil penelitian

5.      LPPM  AKMI SBC memfasilitasi penerbitan Prosiding Hasil Penelitian dan Jurnal Ilmiah Penelitian secara berkala sebagai sarana pengembangan atmosfir akademik di lingkungan AKMI SBC.

 

   

Pelatihan Penelitian

 

1.      Setiap tahun LPPM  melakukan pelatihan penelitian untuk dosen, dan taruna.

2.      Dosen diberi kesempatan untuk mendapat pelatihan penelitian yang diselenggarakan oleh instansi lain setelah mendapat persetujuan dari Pembantu Direktur I.

3.      Pelatihan untuk dosen dilakukan   sebelum dimulainya pembuatan proposal khususnya proposal yang akan didanai oleh Kementerian Ristek dan Dikti, atau juga instansi lainnya.

4.      Dosen yang mengikuti pelatihan adalah dosen yang telah mempersiapkan rancangan penelitian sebelum menjadi proposal.

5.      Tutor pelatihan adalah reviewer dari Kementerian Ristek dan Dikti atau pakar lainnya yang dianggap mampu.

6.      Untuk kebutuhan tertentu LPPM dapat mengadakan pelatihan bagi dosen, misalnya penelitian di bidang kebijakan, customer service, dsb.

7.      Pelatihan untuk taruna, LPPM  bekerjasama dengan Pembantu Direktur III yang dilakukan khusus untuk keikutsertaan dalam program PKM, Pimnas, dan program-program ketarunaan.

8.      Peserta pelatihan penelitian taruna terdiri dari kelompok-kelompok taruna  yang mempunyai rancangan penelitian sebelum dibuat menjadi proposal penelitian.

 

 

6

 

Retensi dan Sanksi

 

Kemudahan, Sanksi dan Pengaduan

 

1.      LPPM  berkewajiban memberikan informasi kepada semua dosen tentang berbagai informasi kegiatan penelitian.

2.      Bagi Peneliti yang melakukan penelitian dan berhasil dengan baik dapat mengajukan hasil penelitiannya untuk diterbitkan dalam bentuk buku.

3.      Pada setiap acara Dies Natalis AKMI SBC hasil penelitian yang dinilai berprestasi baik diberi kesempatan untuk menjadi nara sumber dalam kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh panitia.

4.      Karena alasan tertentu peneliti/dosen dapat mengajukan penundaan pelaporan penelitian yang disetujui oleh Kepala  LPPM.

5.      Peneliti/dosen yang terlambat melaporkan hasil penelitian dikenai sanksi seperti yang tercantum dalam kontrak penelitian.

6.      Jika dalam hal tertentu peneliti beranggapan bahwa pelayanan kegiatan penelitian baik secara prosedur teknis, atau secara akademik, tidak memuaskan atau kurang memuaskan, dapat melaporkan kepada Direktur AKMI SBC.